Skip to content

Pencoretan Luiz Menjadi Bukti Conte Pegang Kendali di Chelsea

Eks bintang The Blues, Frank Lampard, berpikir jika Antonio Conte tak menyertakan David Luiz tuk menyampaikan pesan pd semua pesepakbola yg berada di klubnya. Semenjak disingkirkan dr tim jelang pertandingan vs The Red Devils di kamp The Blues sesaat sebelum jeda Internasional, Luiz tidak sedang dimainkan menjadi starter oleh lelaki Italia. Seperti dilansir Lampard, hal tsb diperbuatkan oleh Conte utk membuktikan bila dirinya-lah yng berdaulat di ruang ganti Chelsea.

Dapat jadi sang pelatih mau menjauhi nasib seperti Jose Mourinho 2 kampanye lantas, yg di phk sehabis dikabarkan para bintang menyumbang tekanan pd manajemen Si Biru dari London. Lampard menyatakan di Evening Standard yang kami sadur dari situs ini: “Dgn menyingkirkan David Luiz di 2 pertandingan yang paling akhir, Antonio Conte udah merelakan pernyataan besar pda beberapa kesebelasan Si Biru dari London.”

“Conte merupakan juru tak-tik yng cetus & dia memperlihatkan pd siapa yg berwenang. Ini sepak bola. Pelatih membuktikan kewenangannya dn ia berhak berbuat tersebut.”

“Apabila di ruang ganti berlaku problema, itu bukan situasi terjelek. Tapi sangat vital tuk memegang supaya hal itu tak hingga beredar. Juru tak-tik tentu merasa jika keputusannya paling pas utk mengatasi situasi yng berada.”

“Sya gak percaya Conte memutuskan murni hnya menurut penampilan. Tingkat Luiz tak dimainkan dengan cara drastis, tapi Conte mengambil keputusan tuk melayangkan peringatan & meraih kemenangan 2 permainan tanpanya.”

Masa Depan Chelsea Berada di Pundak Christensen

Mantan pemain Jerman, Lothar Matthaus, mengatakan bila Andreas Christensen ialah ‘masa depan The Blues. Matthaus mengakui terus memperhatikan pertandingan pemain muda Denmark saat dirinya tengah dipinjamkan menuju tim Bundesliga, Borussia Monchengladbach. Christensen ditarik masih menuju ke Stamford Bridge di tahun panas ini. Akhir-akhir, dia jadi pesepakbola primer di sektor belakang, setelah Antonio Conte ambil keputusan menyingkirkan David Luiz.

Matthaus lalu mengungkapkan di The Sun: “Aku selalu menyaksikan Christensen kala dirinya dipinjamkan menuju Monchengladbach. Di umur 21, dialah masa depan Si Biru dari London. Ia pintar, ia bisa membaca pertemuan, dn mendatangkan posisi dgn bagus. Gladbach sangat berharap dapat menjaganya setahun sedang – tetapi sya rasa Conte mengetahui Christensen dah akan berlaga di kesebelasan raksasa. Hal baik lain utk The Blues merupakan Eden Hazard udah balik bertanding keren sehabis mendapatkan cidera engkel.”

“Dirinya kerap tumbuh & kerja sama dg perfect bareng Alvaro Morata. Hazard pulang menjumpai tingkat performa, dirinya berbahaya kapan pun menguasai bola dn melesakkan goal. Inilah yg ditindakkan para bintang baik – & ia termasuk sebuah pesepakbola top.”

Courtois Sebut Roma Sebagai Titik Terendah Chelsea Kampanye Ini

Thibaut Courtois menyatakan kekalahan berat Si Biru dari London dri Roma dah menghantarkan mereka memperoleh motivasi tuk membalikkan keadaan kampanye ini. Dari statistik blog livescore, Chelsea pernah kalah 0-3 di Olimpico, di dalam pertarungan Liga Champions yng terjadi awal bln ini..

Setelah ketika tsb, klub juara Liga Inggris berhasil mengalahkan Setan Merah dn West Brom. Courtois kemudian benar-benar percaya jika kekalahan dr kesebelasan bimbingan Eusebio Di Francesco sudah merubah visi & jg mental teman-temannya.

“Sya pikir tersebut ialah perubahan terdahsyat, mirip seperti tahun kemarin saat rombongan saya menerima kekalahan 0-3 dri Arsenal,” kata Courtois seperti dilansir Sportsmole.

“Mungkin team saya gak berupaya terlampau keras, ataupun mental rombongan saya tak didalam kondisi cocok. Rombongan saya balik belajar di Roma. Bila team saya seharusnya sering memusatkan perhatian di setiap laga, 100 persen aja gak cukup, rombongan saya sewajarnya menyerahkan 110 atau pun 120 persen utk mampu sukses.”

“Kontra The Red Devils, team saya memperlihatkan kedalaman mental yg rombongan saya memiliki, dn team saya berlaga keren, rombongan saya berhasil, & team saya sukses dgn permainan bola yng baik. Vs West Brom, rombongan saya mengusung memusatkan perhatian yg sama dn team saya mengasih usaha ekstra. Team saya seharusnya kerap mengerjakannya. Aku berharap Roma bakal sebagai pembelajaran tuk seluruh orang, & rombongan saya sering memusatkan perhatian sepanjang kampanye.”

Published inGeneral

Be First to Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.